"Kamu jangan bohong! Kamu pasti perempuan malam itu 'kan, Sy?" Daniel masih memaksa. Ia seakan tak terima saat mendengar bahwa ayah dari bayi dalam kandungan Daisy adalah pria lain. "Saya nggak bohong kok, Pak!" Daisy memalingkan wajahnya ke sembarangan arah karena ia tidak mau terlihat bohong di mata Daniel. Pokoknya ia harus yakinkan lelaki ini dan Daniel tidak boleh tahu. "Mata kamu nggak bisa bohong, Sy!" tukas Daniel. "Kenapa kamu nggak mau jujur?" Andai Daniel tahu jika Daisy jujur akan banyak orang yang terluka. Tak hanya Daisy yang akan jadi korban, tetapi juga bayi dalam kandungannya. Daisy tidak mau kehilangan calon anaknya cukup ia yang menderita jangan anak-anaknya. Air mata Daisy menetes dan hal itu sukses membuat Daniel merasa bersalah. "Kenapa kamu nangis?" Daniel

