"Sy, ayo jawab!" desak Yuna mengguncang bahu sahabatnya itu. "Apa pria malam itu?" sambung Yuna lagi yang benar-benar ingin tahu siapa ayah dari bayi dalam kandungannya itu. Air mata Daisy hanya menetes. Seakan tak bisa mengucapkan kata-kata. Ada rasa takut yang terselip di antara rongga dadanya, jika kedua sahabatnya itu sampai tahu siapa ayah bayi dalam kandungannya. "Ngomong, Sy. Jangan diam aja!" desak Ryandra juga. Daisy menyeka air matanya dengan kasar. Tangannya sampai bergetar menahan tangis. "Ayah bayi dalam kandungan gue adalah..." Sejenak ja terdiam, wajah Daniel masih saja terngiang di dalam kepalanya. Bosnya itu seakan mampu menghipnotis dirinya. "Siapa, Sy?" tanya Yuna dan Ryandra bersama. Tiba-tiba Daisy memegang perutnya. "Argh!" desisnya menjerit. "Sy, elu

