42. Nada tinggi

1009 Words

"Evan!" Sofia terlihat marah dengan anak lelakinya itu. Evan melirik sekilas lalu kembali fokus pada laptop yang ada di pangkuannya. Ia malas meladeni sang ibu yang selalu saja mengatur hidupnya. Sementara Lia sudah menangis sesenggukan setelah mendapat surat cerai dari sang suami. "Kenapa kamu mau cerai sama Lia?" tanya Sofia. "Kurang apa lagi istrimu ini? Dia udah kasih semua yang kamu mau!" tukas Sofia. Ia tak habis pikir, kenapa Evan begitu keras dan tidak mau menerima Lia sebagai istrinya. Padahal Lia adalah perempuan baik yang selalu melayani suaminya, meskipun tak mendapatkan perlakuan baik dari suaminya. Kali ini kesedihan di wajah Lia bukan dibuat-buat, demi apapun ia memang tidak mau berpisah dengan Evan. Bisa menikah dengan lelaki tampan itu adalah impian yang ingin ia wuju

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD