Daisy menarik napas sedalam mungkin, lalu keluar dari kamar dan menutup pintu pelan. Sejenak dia terdiam seperti tengah memikirkan sesuatu. Entahlah saat ini dirinya bingung, bagaimana menanggapi ucapan anak-anaknya. Wanita anak tiga itu berjalan ke arah sofa ruang tamu, di sana ada Ryandra dan Rayyan. Sementara Yuna sudah kembali ke Indonesia beberapa hari yang lalu karena ada keluarganya yang sakit. "Gimana, Sy?" tanya Ryandra. Daisy duduik dengan wajah lemasnya sembari menggelengkan kepala. "Gue juga nggak tau, Ray," jawabnya. "Gue bingung gimana ngejelasin sama mereka. Belum tentu juga mereka paham, apalagi masih kecil!" Jujur saja Daisy dapat melihat duplikat kecilnya di wajah ketiga anak kembarnya. Terutama memiliki rasa ingin tahu yang besar dan bahkan menyelidiki segala s

