Hinaan Telak Zaki

1800 Words

"Lis, kamu ini bicara apa?" Mas Hamid mendekat sambil menatapku tak percaya. "Aku mau kita cerai! Aku mau rumah ini dijual, dan uangnya kita bagi dua. Apa masih kurang jelas?" ulangku dengan suara lantang dan emosi yang rasanya kian menanjak. Segala ucapan dan tingkah lakunya benar-benar telah menguji kesabaranku. Cih! Enteng sekali mulutnya saat mengatakan ingin menjadikan aku kelinci percobaan. Tak malukah dia karena telah berbohong dan menutup-nutupi status anak kandungnya sendiri? Ayah macam apa dia? "Sampai kapan pun, aku tidak akan menceraikanmu, Lisa!" ucap Mas Hamid tak kalah lantang. "Kenapa enggak? Lagian percuma, Mas. Aku sudah nggak bisa nerima kamu lagi! Percuma!" tegasku seraya membuang muka dengan d**a turun naik. Terdengar Mas Hamid menghentak napas kasar. Seperti t

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD