AMBRUK

2334 Words

"Lin … kamu kok ceroboh, sih. Tumpah 'kan jadinya," ucapku buru-buru berlari mengambil kain lap dan membersihkan tumpahan sup yang berceceran di lantai. Teriakan Lina yang cukup nyaring rupanya mengundang Mas Hamid dan Ibunya berlari ke dapur. Tak lama kemudian kedua orang tua Nova pun turut menyusul. Ingin memastikan keadaan rasanya. "Kenapa, Lin?!" pekik mertuaku histeris. Melihat anak kesayangannya terus merintih menahan sakit, jelas membuatnya terkejut. Sementara Mas Hamid, langsung gerak cepat untuk balik badan saat melihat keadaan sang adik yang menyedihkan. Tak lama kemudian, ia kembali ke dapur dengan membawa sebuah kotak tisu. "Lina ceroboh banget, Bu. Bawa kuah panas begini, jalannya buru-buru. Makanya kepeleset," sahutku sambil merampas sekotak tisu dari tangan Mas Hamid. Oran

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD