Clarice tak sabar lagi. Dengan suara keras ia berkata ‘yes’ yang terakhir sebelum kemudian keduanya terbirit-b***t lari ke arah tangga berjalan yang bergerak turun, menerobos orang-orang yang berada di sana, menerobos barisan orang-orang yang berkerumun, berlari di koridor dan tiba di lobby utama. Entah berapa banyak orang merutuk akibat ulah mereka yang berkali-kali sampai harus mendorong tubuh orang lain agar menyingkir dari jalan. Mereka kini tiba di drop zone. “Mana dia?” tanya Clarice dengan nafas terengah. Cyndi yang tak kalah tersengal tiba-tiba melihat sesuatu. Kacamata minus yang dipakai ternyata ada gunanya juga. Ada sebuah Fortuner putih metalik yang sebetulnya sudah melewati drop zone dan tengah antri untuk membayar t

