Studio Foto (1)

1138 Words

“OK,” Amanda mulai mencatat di sebuah buku agenda di meja kecil di dekatnya “Kami catat dulu di agenda kami. Ada kamar di.... mmm... ah, ini dia. Ada kamar ujung barat kami siapkan atas nama siapa?” Ia mendekatan wajah demi agar suaranya bisa jelas terdengar. “Viona, nama panjangnya Viona Lie. Nama itu saja yang dic...” “Namamu Viona?” “Itu untuk rekanku. Aku Bram,” kata orang itu memperkenalkan diri sambil mengeluarkan uang tunai dari dompetnya. “O,” hanya itu tanggapan Amanda sebelum kemudian mulai mencatat. "Kirain siapa." Bram tak tahan melihat s****a yang tadi menggantung di dagu akhirnya jatuh membasahi blus. Jatuhnya pun membentuk lendir tali panjang yang tak juga putus walau sudah hampir satu menit menggantung. Merembes kain blus tipis yang ia sempat lihat tadi sempat terbuka,

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD