A Teen Star Is Born

1258 Words

             Clarice memejam mata. Wajahnya merah padam. Kedutan di kedalaman vaginnanya kambuh. Tanpa ada gejala apapun tiba-tiba saja ia menyerang dan kali ini terjadi sejak seperempat jam lalu. Diawali rasa sakit menyengat yang melebihi haid, rasa itu kini berganti mengalirkan hasrat s*****t yang kuat.              “Clarice, mau pulang barengan?”              Tawaran dari Cyndi ditampik dengan halus.              Melihat kondisi Clarice yang dinilai agak janggal ia lalu menanyai lagi. ‘Jidat lu keringetan kayak habis olahraga. Lu sakit?”              Walau dijawab dengan gelengan kepala, Cyndi kurang yakin. Ia meraba kening rekannya dan ia heran karena suhunya normal.              “Suhu badan normal tapi lu keringetan. Bener nih lu gak apa-apa?”              “Yes, I’m OK. Chidak a

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD