Karena Togap terlihat mendesak dirinya, dengan tersipu dan juga ragu, Cyndi lantas mengangguk. “Koq jawabnya ragu? Ngangguknya kurang mantep.” “Mau, Bang.” Cyndi mengangguk lagi. Kali ini dengan sangat tegas. Wajah Togap spontan berseri-seri sambil jarinya menjawil dagu Cyndy. “Nah, gitu dong.” Diperlakukan begitu detak jantung Cyndi bekerja lebih intens. “O ya, ada satu hal kecil yang mau diminta ke Cyndi.” Tak lagi berbisik di dekat telinganya, Togap kini berkata dengan nada pelan. “Mulai sekarang panggil aku Daddy.” “Kenapa?” “Suka aja.” Kedua orang beda generasi itu akhirnya menuntaskan segala hasrat rindu di sebuah kamar hotel melati yang disewa jam-jaman. Bagi Togap, tak ada lagi halangan untuk bebas menikmati kemolekan tubuh Cyndi. Bagi Cyndi, tak ada lagi halangan untuk men

