SANDRA POV
Aku terkejut melihat Nico yang berada di depan pagar. Dia berteriak padaku untuk keluar dari rumah tapi aku menolaknya.
" Sandra! Keluarlah dari rumah!"
" Aku tidak bisa keluar dari rumah! Banyak pengawal mengawasiku!"
" Aku akan memanjat pagar dan naik ke atas sana"
" Jangan Nico! Nanti kau di siksa oleh pengawal Jio!"
" Aku tidak peduli! Pokoknya aku akan ke sana!"
Aku melihat Nico yang memanjat pagar. Lalu ia menaiki tangga menuju ke balkon. Aku sangat takut jika ada pengawal yang melihat Nico masuk ke dalam rumah.
" Akhirnya aku sampai di sini"
" Nico, kau membuatku takut!"
" Maafkan aku sayang. Aku tidak bermaksud membuatmu takut"
" Kau tau darimana aku di sini?"
" Frans yang memberitahuku jika kau dibawa pergi oleh Jio"
Aku sudah menduga jika Frans yang memberitahu Nico bahwa aku dibawa pergi oleh Jio.
" Sebaiknya kau pergi dari sini! Aku tidak mau melihatmu terluka karena ulah Jio"
" Aku tidak akan pergi sebelum kau ikut pergi denganku"
Rasanya aku tidak berani keluar rumah karena aku takut Jio akan melakukan hal yang lebih kejam kepadaku.
" Sebaiknya kau pergi saja! Aku tidak mau Jio menyakitimu"
" Kenapa kau seperti ini? Apa Jio mengancammu?"
" Sudahlah, kau tidak usah banyak bertanya! Sebaiknya kau pergi dari sini!"
" Aku tidak akan pergi sebelum kau mau ikut denganku!"
Tiba - tiba ada yang mengetuk pintu kamarku. Aku menyuruh Nico bersembunyi di bawah ranjang. Lalu aku membukakan pintu kamar.
" Nyonya, sepertinya saya tadi mendengar anda sedang berbicara dengan seseorang"
" Tidak ada siapa - siapa disini. Kau salah dengar"
" Saya akan memeriksa kamar anda"
" Eh! Jangan! Kamarku berantakan"
" Tidak apa - apa nyonya"
Aku sangat takut ketika Jerry memeriksa kamarku. Dia memeriksa setiap sudut kamarku. Tetapi aku bersyukur karena dia tidak menemukan Nico.
" Baiklah, saya rasa cukup. Saya permisi dulu"
Aku sangat lega ketika Jerry keluar dari kamarku. Aku menyuruh Nico keluar dari bawah ranjang.
" Nico, kau keluar sekarang"
Akhirnya Nico keluar dari bawah ranjang. Aku menyuruhnya untuk segera pergi dari rumah dan dia menuruti perkataanku.
" Sebaiknya kau pergi dari sini"
" Baiklah, aku pergi. Tapi besok aku akan kesini lagi"
Akhirnya Nico pergi dari rumah dan aku bersyukur tidak ada satupun yang melihat Nico ke rumah ini.
***
JIO POV
Saat aku hendak pulang, tiba - tiba aku melihat Vina yang datang menghampiriku. Ia mengenakan pakaian yang sangat terbuka dan ia berusaha menggodaku.
" Om Jio! Sudah lama ga ketemu"
" Kenapa kamu kesini?"
" Aku pengen ketemu sama om Jio"
" Sebaiknya kamu pulang! Saya ga butuh kamu!"
" Kenapa om nyuruh aku pergi? Aku kan kangen sama om"
" Aku tegaskan sekali lagi! aku ga mau ketemu kamu lagi!"
Aku pergi meninggalkan Vina dan ia menyusulku sampai ke tempat parkir mobil.
" Vina! Apa maumu?! Kamu mau uang kan? Ini ambil!"
Aku menyerahkan uang kepadanya dan ia melempar uang itu ke arahku.
" Aku ga pengen uang om! Aku cuman pengen ketemu om!"
" Asal kamu tau, aku sudah punya istri dan kamu jangan menggangguku!"
" Aku ga peduli om punya istri atau ga, yang jelas aku pengen ketemu om!"
Aku masuk ke dalam mobil dan pergi meninggalkan Vina. Aku melihat Vina mengejar mobilku tetapi aku tidak menghiraukannya karena saat ini yang ku pikirkan hanya Sandra