Part 20. Kebersamaan

903 Words
Beberapa tahun kemudian... Cua menyelesaikan kuliahnya. Dani mengikuti langkah Cua wisuda bersamaan, tapi hubungan mereka berdua berubah semenjak Dani memilih pindah ke Bali mengikuti nenek dan kakeknya, karena hubungan Hartono dan Widya tidak kunjung membaik. Randy juga tidak pernah menjalin komunikasi lagi dengan Cua. Hubungan mereka bisa dikatakan kandas, bisa juga menggantung. Cua lebih fokus pada kariernya di perusahaan Hartono. Hartono memenuhi janjinya membiayai semua kebutuhan Cua. Cua juga tidak pernah menjalin komunikasi dengan sahabat sekampungnya, Hery dan Lingga. Apalagi Angga. Office... Cua mengahabiskan waktu di ruangannya, merancang beberapa ide, memberi suasana berbeda pada semua hotel dibawah naungan perusahaan Hartono. "Dek, dipanggil bapak diruangan yah." Suara Laras terdengar dari intercom ruangannya. "Ya mba, terimakasih." Cua berlalu menuju ruangan Hartono. Ada nuansa yang berbeda di kantor mereka kali ini. Lebih hangat dan bersahabat. Tok tok tok... "Masuk." Suara Hartono yang berciri khas berat menyambut Cua diruangannya. "Om panggil saya?" Cua masih berdiri dihadapan Hartono. "Ya, duduklah." perintah Hartono. Cua menuju sofa, menghempaskan bokongnya, menunggu Hartono mendekatinya. "Saya akan ke Bali menyusul Dani, apakah kamu bersedia ikut dengan saya?" tanya Hartono. "Hmmm, boleh om, saya juga sudah sangat merindukan dia." senyum Cua. "Tapi ada keluarga Randy disana." Hartono menatap mimik wajah Cua. "Oooh, mereka pindah kesana om?" tanya Cua penasaran. "Hmmm, nggak, mereka hanya liburan." jelas Hartono. Cua termenung, mencari nomor Randy, mencoba menghubungi, tapi tidak ada jawaban yang berarti. 'apakah mereka akan menikah secepat ini?" batin Cua. "Saya menyelesaikan perkerjaan dulu om, om berangkat deluan saja. Saya akan menyusul, karena Shinta menunggu rancangan saya." tegas Cua. "Terimakasih, kamu sudah mengabdikan diri diperusahaan saya." Senyum Hartono. "Sudah kewajiban saya, om. Saya harus loyal, karena keluarga om sudah sangat baik pada saya." jelas Cua sungkan. "Menurut orang tua saya, Dani masih sedikit keras, tidak mau melakukan apapun sebelum dia menemukan pria itu." "Pria siapa yang om maksud?" tanya Cua penasaran. "Hery sahabat kamu." jelas Hartono. Cua menelan salivanya, "Hmmm, nanti saya hubungi Hery om, karena semenjak kami lulus kuliah, memang tidak ada komunikasi." senyum Cua. "Apa dia kembali ke Riau?" tanya Hartono penasaran. "Ehmm, saya nggak tau om. Saya benar-benar tidak tahu om." tunduk Cua. "Ya sudah, nanti kamu minta tiket kamu sama Liberty." Senyum Hartono dingin. "Baik om. Terimakasih." Cua memohon izin untuk kembali keruangannya. Hartono tersenyum menatap Cua, mempersilahkan dia menyelesaikan pekerjaan. Cua memijat kepalanya, sedikit merasa lelah. 'Kenapa semua berubah? mereka tidak menghubungiku seperti dulu.' bisik Cua. Cua mengirim pesan pada Randy, memastikan nomornya masih aktif. Cua : "Apa kabar, mas?" masih centang dua, tapi abu-abu. 'hmmm, mungkin nggak mau main-main lagi.' batin Cua, sedikit sedih. Cua melanjutkan perkerjaannya, mengirim email kepada Shinta, masih di forward ke Dani. Tiiiing... Randy : "Baik, kamu gimana?" Cua bersorak diruangannya, merasa bahagia. Cua : "baik juga mas, mas di Bali?" Randy : "Kok tahu?" Cua : "Om Hartono kasih tau Cua." Randy : "Kesini dong, ada yang mau saya bahas sama kamu." Cua : "Mas saja yang kesini.hehe.." Randy : "nggak bisa sekarang, masih sibuk disini." Cua : "oke, mas." Cua menutup hpnya, tidak mau berharap banyak pada Randy. Agak kaku, tidak seperti dulu. batin Cua. Cua melanjutkan pekerjaannya, begitu beres langsung keruangan Liberty sesuai perintah Hartono. Tok tok tok... "Ya." Liberty membukakan pintu untuk Cua. "Bapak minta saya menemui mba." Senyum Cua. "Ya, ini tiket dan akomodasi kamu, kamu menginap di hotel Pak Tio." jelas Liberty. "Oooh, mba nggak ikut sekalian?" kekeh Cua. "Tidak ada yang mengajak saya." jelasnya. "Nanti saya yang ajak mba, sekalian jalan-jalan." kekeh Cua kembali. "Hmmm, mimpi. Saya tidak begitu suka keluar kota, saya pemabuk." jelasnya terkekeh. "Oooh, kalau gitu kita makan siang bareng aja mba di bawah." tawar Cua. "Boleh, time makan siang yah. Oya, ini undangan buat team promosi. Saya akan menikah." jelas Liberty memberi undangan pernikahannya. "Woooow, selamat yah mba." bisik Cua. "Kamu kapan?" tanya Liberty. "Jodohnya belum ada mba." kekehnya. "Randy?" tanya Liberty penasaran. "Nggak mau mba, kita beda." jelas Cua. "Ooogh" Liberty membulatkan bibirnya. "Ya sudah mba, nanti saya tunggu mba di resto yah." Cua berlalu meninggalkan ruangan Liberty. Menuju restoran di lantai 2, tempat Cua menghabiskan hari-harinya semenjak mereka tidak pernah bersama. Ada yang berbeda. Drrrt, drrrt... "Dani?" bisik Cua. menggeser lambang hijau di hp tercanggihnya. "Ya." jawab Cua garing. "Jutek amat, lagi datang bulan lo?" kekeh Dani. "Hmmm, lagi bete, kamu nggak mau balik kesini lagi nemanin aku. Aku kan rindu." Suara Cua berubah serak. "Heeeiii, lo nangis. Gue kesel doang sama Hery. Semenjak tamat dia menghilang." kesal Dani. "Kok aku yang jadi tumbal?" tanya Cua. "Bukan gitu, dia sama sekali nggak pernah hubungi gue. Dia anggap gue cewek apa coba. Gue sudah berusaha menjadi wanita manis seperti dia mau, tapi dia nggak pernah sedikit pun peduli sama gue." curhat Dani bertubi-tubi. "Aku heran, emang Mas Randy nggak tau sama sekali?" tanya Cua penasaran. "Randy sibuk mengurus pekerjaannya, semua berubah Cua, nggak seperti dulu. Bagaimana kita mencari Hery ke Riau?" tanya Dani tegas. "Hmmm, emang kamu nyari dia buat apaan? segitu banget penasaran sama beliau." goda Cua. "Gue hanya meminta janjinya akan menemui gue, sudah 2 tahun Cua, dia menghilang. Kalau gue menikah udah 2 anak gue." kekehnya. Cua tertawa mendengar omelan Dani tentang Hery. "Aku berangkat besok pagi, nanti kita ngobrol yah. Kita hubungi semua keluarganya." pujuk Cua pada Dani. "Oke, see you dear." "See you too boy." kekeh Cua menutup telfonnya. Cua menanti Liberty, untuk bercerita menghabiskan waktu. Sangat tepat waktu, time makan siang Liberty menemui Cua membawa serta Laras dan Shinta.***
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD