Chapter 15 - 16

1269 Words

CHAPTER 15                 Fauzan beristighfar dalam hatinya, puluhan kali, ratusan, ia harus sadar apa yang ia rasakan salah. Dan kala mertuanya pergi, barulah ia bisa bernapas lega karena wajah gadis yang dulu amat ia cintai telah pergi dari hadapannya.                 Mobil itu menjauh membawa secercah kenangan indah Fauzan bersamanya.                 "Mas, salat zuhur!" Fauzan menoleh menatap Wafa sambil mengerutkan kening. "Salat jamaah …."                 "Ah iya."                 "Mas udah lama gak salat, ya?" Fauzan hanya terdiam, kemudian suara ikamah terdengar dari kejauhan. "Mas, aku juga sama, karena hal itu salatku jadi bolong-bolong dan aku sadar … azab Allah 500 tahun di neraka karena enggak salat wajib satu kali aja …."                 "Ah, i- iya, ayo kita salat!" k

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD