Nora merasa getir saat menerima panggilan dari ibunya. Setelah percakapan yang tidak memuaskan, ia memilih untuk menghubungi Sophia lagi, berharap untuk menyelesaikan masalah dengan kedamaian. Namun, kekecewaannya hanya semakin besar ketika ia mendapati bahwa nomor ibunya tidak aktif. “Ck! Kenapa nomornya malah tidak aktif?” gumam Nora dengan nada kesal, menutup teleponnya dengan kecewa. Ia menghela napas panjang, merasa frustasi dengan situasi yang sedang dihadapinya. “Apakah uang Ibu sudah habis? Oh! Aku benar-benar hanya dijadikan sapi perah oleh ibuku sendiri,” ucap Nora dengan nada penuh kekecewaan, merasa seakan-akan tidak dihargai oleh orang yang seharusnya menyayanginya. Dengan perasaan yang berat, Nora memutuskan untuk kembali ke kamarnya. Ia mengambil langkah perlahan-lahan m

