Steve menolehkan kepalanya menatap Nora dengan ekspresi yang dingin. “Kenapa kamu bertanya seperti itu?” tanyanya dengan suara yang sedikit menusuk. Nora menarik napas dalam-dalam, mencoba mengendalikan ketegangan yang terasa di udara. “Hanya ingin tahu saja. Memangnya tidak boleh, aku bertanya mengenai hal itu?” jawabnya dengan suara yang sedikit bergetar. Steve menghela napas kasar, tanda frustrasi yang tersirat di wajahnya. “Bukan tidak boleh atau aku melarangmu bertanya demikian. Hanya saja, pertanyaanmu itu tidak perlu aku jawab, karena tidak penting,” ujarnya dengan nada yang agak tajam. “Sangat penting, Steve. Bukankah orang tuamu mendesakmu menikah untuk sebuah warisan?” sergah Nora dengan penuh ketegasan. “Ya. Namun, ayahku tidak bisa ikut campur. Perusahaan itu milik ibuku,”

