Perasaan Tak Karuan Nora

900 Words

Saat jam makan siang tiba, Nora tiba di depan gedung kantor milik suaminya—Steve. “Urusan Henry nanti saja. Yang paling penting saat ini adalah memberikan makan siang untuk Steve,” gumamnya sembari melangkahkan kakinya masuk ke dalam gedung tersebut. “Selamat datang, Nyonya Nora,” sapa sang penjaga di sana dengan senyum ramah. Nora mengangguk dengan senyum manis di bibirnya. Ia memasuki lift menuju ruang kerja Steve. Rasa tidak sabar menggelitik hatinya, ingin segera memberikan makan siang buatannya untuk suaminya tercinta. “Aku harap kau menyukainya, Steve,” gumam Nora, membayangkan senyum puas di wajah suaminya. Sampai akhirnya, ia tiba di depan ruang kerja Steve. Ia mengetuk pintu lalu masuk ke dalam setelah mendengar suara suaminya yang mempersilakan masuk. “Hi, Steve. Apakah aku

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD