Aku harus menahan kesabaran karena Tante Mona seolah tak mendengar apa yang keluar dari mulut ini. “Ayo, dicoba dulu! Tante nggak sabar pengen lihat,” pintanya sambil menarikku dari ranjang. Tubuh ini bergerak mengikuti tarikan tangan wanita ini. “Tante belum jawab pertanyaanku deh,” rajukku sambil memakai gaun itu. “Oh! Itu,” sahut Tante Mona sambil merapikan gaun ini dari arah belakang. “Em ... kalau satu per satu jelas tante tidak tahu orang-orang itu, tapi beberapa orang di antaranya adalah orang-orang yang berjasa dalam hidup Aldar, em ... hidupku juga sih,” jelasnya sambil menarik bagian gaun yang ada di bahu. “Guru?” terkaku asal-asalan. “Pengasuh lebih tepatnya,” jawab Tante Mona sambil kali ini merapikan kain yang ada di bagian pinggang. “Pengasuh?” ucapku sambil membalikk

