Malam sebelum aku menyuruh Louis pergi ke kantor Zacklee, aku melakukan sedikit eksperimen kepada Louis. Aku mengambil alat-alat yang telah ku beli tadi seusai aku pulang bekerja.
“ Louis buka bajumu “ Suruhku pada Louis.
Louis terkejut hingga bola matanya melotot ke arahku.
“ apa yang ingin kau lakukan ? “ Tanya nya dalam keadaan terkejut.
“ jangan banyak bicara, buka saja “ Sentakku dengan wajah datar.
Mata Louis semakin membulat,
Louis membuka bajunya, dan aku mulai menjalankan rencanaku. Aku melukis beberapa tatto di badan Louis. Di punggung kanannya, di jari-jari tangannya dan juga lehernya.
“ aku melihat badanmu terlalu bersih, aku akan mengukir beberapa tatto di badanmu “ Ucapku.
“ Untuk apa? “ Kata Louis sembari memberikan lehernya.
“ Jika besok Zacklee kurang memercayaimu, kau bisa menunjukkan beberapa tatto ini “ Jawabku sambil mengukir tatto perlahan-lahan.
“ Mihaw mempunyai tatto bergambar 2 merpati, aku akan menggambarnya. Agar terkesan kau memiliki Tatto pasangan dengan Mihaw “ Tambahku.
“ aaa aku paham, itu sebabnya saat kita ingin melenyapkan Mihaw kau masih memerhatikan beberapa tatto di tubuhnya? “ Tanya Louis.
Ya! Sebelum aku memulai rencanaku untuk menghabisi Mihaw, aku meengambil celah untuk membuat rencana. Terbesit di benakku untuk menjadikan Louis pengganti Mihaw saat ia mati.
Jadi aku memerhatikan beberapa tatto pada tubuh Mihaw saat ia siuman. Bahkan aku mengambil beberapa gambar untuk di jadikan contoh.
“ ya “ jawabku singkat.
***
“ tunggu, apa yang bisa ku percayai bahwa kau benar-benar saudara Mihaw? “ Tanya Zacklee mencegah Louis.
Sudah tidak heran lagi bahwa Zacklee akan menanyakan ini pada Louis. Memang ini yang Louis mau, Ternyata Zacklee sebodoh dan semudah ini untuk di kelabui.
Louis membalikkan badannya yang hendak beranjak keluar. Ia duduk lagi di depan Zacklee dan menekuk kaki kirinya ke atas kaki kanannya.
“ apakah kau tidak merasa familiar dengan tatto ini? “ Tanya Louis basa-basi.
Zacklee membuka matanya lebar-lebar.
“ ini adalah tatto pasangan, aku dan Kakakku Mihaw sengaja membuat tatto seperti ini. Tidak ada tatto seperti ini, Mihaw memang berencana membuat tatto pasangan ini untuk kita “ Ucap Louis sambil menunjukkan tatto dua merpati.
Zacklee sedikit berfikir untuk kedua kalinya, yaa kali ini dia sudah tidak ragu lagi pada Louis. Ia mengangguk-anggukan kepalanya tanda mengerti.
“ baiklah, aku sudah tidak ada waktu lagi. Aku pergi dulu “ Kata Louis.
Louis meninggalkan ruangan Zacklee, Ia harus segera pulang agar tidak terkesan bahwa Louis mengemis kepercayaan.
***
Aku segera bergegas untuk melakukan rutinitasku pada hari ini. Aku sudah sangat bersiap untuk pergi bekerja setelah merapikan kamarku. Tak terasa tanganku menyenggol sebuah foto di sisi tempat tidur.
“ ayah, dan ibu “ kataku pelan.
Aku terus memerhatikan foto yang ku pegang. Sudah lama rasanya tak merasakan belaian hangat dari ayah dan ibu.
Jam sudah mengarah pada pukul 09.00 pagi, Louis sudah mulai menjalankan misinya. Kali ini aku harus pergi bekerja.
“ Kemana bocah lemah itu berada? “ ucapku.
Jika louis ingin menghancurkan Zacklee dari dalam lewat cara dengan menjadi orang kepercayaannya. Aku akan menghancurkan Steve lewat mentalnya.
Kini aku dan Louis mempunyai jalan masing-masing. Kami sudah menemukan arah untuk mulai menghancurkan orang yang telah menghancurkanku.
Langkah demi langkah ku berjalan ke arah kedai, akhirnya tiba juga aku di depan kedai yang sudah nampak ramai oleh pelanggan.
Aku memasuki toko dan langsung mengambil posisi di meja kasir. Aku sudah mulai melakukan pekerjaanku. Biasanya, Bocah lemah datang setiap hari selepas siang.
Dan matahari kini sudah berada di atas kepala, panasnya pun lebih menyengat daripada biasanya. Kemana cecunguk itu? Ahhh sepertinya ia tidak akan datang untuk hari ini.
Kemudian, setelah berselang cukup lama, beberapa pelanggan remaja yang cukup centil berbisik-bisik dan membuat kegaduhan. Steve masih membuka pintu mobilnya, tetapi beberapa remaja itu telah gaduh karena ketampanannya.
Gaya Steve yang khas dengan mengibas-ngibaskan rambutnya, mampu menembus hati sang remaja. Hingga dari pelanggan remaja tersebut tak mampu menutup mulutnya yang ternganga.
“ Gila, dia seperti bintang “ ucap sang remaja.
“ tampan sekali, dia tampan seperti idola Kpop “ Imbuh lainnya.
Steve melewati sekumpulan remaja tersebut dengan berjalan gagah. Proporsi tubuhnya yang ideal dan tinggi sesuai dengan tipe-tipe pria idaman.
“ tampan? tampan apanya “ Gerutuku sembari menatap sinis Steve yang hendak mengambil posisi duduk.
Tapi sepertinya kali ini Steve tak seperti biasanya, dimana ia selalu menatapku dan mengangguku.
Hari ini ia tampak sedikit dingin, dan sedikit jual mahal. Memangnya semahal apa harga dirinya?
Steve membayar bill minuman yang ia pesan, ia tersenyum ke arahku. Ahhh yasudahlah, dengan berat hati ku beri senyum khasku untuk membalas senyumannya.
Matahari yang tengah berada di atas kepala, kini mulai berjalan pergi ke arah barat. Tanda hari sudah mulai berganti senja. Aku mengambil jaket penghangatku dan pergi pulang.
Saat keluar dari kedai, aku melihat Steve yang tengah memainkan kaleng minuman dengan kakinya.
“ kau sudah pulang? “ tanya Steve dengan manis yang berusaha mmenghadangku.
“ bukan urusanmu “ jawabku ketus.
“ kau sudah mulai membuka hatimu untukku? “ kata Steve dengan mata membulat penuh harap.
“ bagaimana bisa kau berkata seperti itu? “ ucapku.
“ karena kau membalas senyumanku “ Jawab Steve.
Aku terdiam dan tidak menjawabnya, kakiku memilih pergi meninggalkannya dan Steve mengikutiku dari belakang.
“ biarkan aku mengantarmu “ Ujar Steve.
Aku masih tidak menjawabnya. Terbesit di otakku untuk mulai mengerjai Steve, aku sengaja mengambil jalur yang jauh dari rumah agar Steve merasa lelah. Dan pada saat setengah perjalanan Steve menghela napasnya dengan berat.
“ rumahmu cukup jauh yaa “ Kata Steve seraya memegangi lututnya yang mulai pegal.
“ bolehkah kita membeli minum sebentar? “ Ucap Steve.
“ kau ingin minum? Baiklah kita beli sekarang “ Kata ku sok baik.
***
Aku membuka pintu kulkas yang berada di supermarket, ku ambil minuman kesukaanku yaitu soda. sedang Steve mengambil s**u beruang berwarna jambon.
“ kau menyukai soda? “ Tanya Steve.
Aku mengangguk dan mengajaknya ke depan kasir.
“ harganya 15 dollar “ Kata sang kasir..
Steve meraba-raba saku depannya, kemudian ia meraba saku kirinya. Wajah Steve terlihat tegang dan kebingungan. Tepat sekali! Dompetnya tertinggal di mobilnya.
“ mengapa? “ tanyaku berbisik.
“ sepertinya aku meninggalkan dompetku “ ucapnya berbisik juga.
“ bolehkah kau membayar kali ini? “ tambah Steve dengan suara pelan.
Mataku melotot dan menatap ke arahnya.
“ bukankah tadi kau yang mengajakku membeli minuman? Jadi itu tanggung jawabmu. Aku tidak akan mengeluarkan sepeser uangku untuk ini. Ingat itu ! “ jawab ku.
“ lalu kita harus bbagaimana? “ kata Steve mulai panik
“ apa lagi, kau tunggu sampai aku mengedipkan mata kananku “ Ujarku sedikit membentak sambil berbisik.
“ lalu? “ ucap Steve.
“ lari “ Jawabku singkat.
“ apa? “ Steve semakin panik mendengar jjawabanku.
“ kalian jadi membayar atau tidak? “ bentak sang kasir kepada kami.
Aku menatap Steve dengan tatapn penuh kode. Ku tunggu beberapa detik untuk ku ambil nafas panjang. Dan mata kananku mulai di kkedipkan yang berarti aku dan Steve harus melarikan diri.
“ ayo “ kataku sambil menarik tangan Steve.
Mata sang kasir mulai memerah, dan sang kasir mulai mengejarku di susul oleh pelayan super market laiinya.
“ pencurii... pencurii.. “ teriak mereka.
Aku dan Steve berlari kencang bak di kejar oleh beberapa harimau. Hingga akhirnya ku ambil celah untuk sembunyi. Sebuah gang sempit yang gelap menjadi sasaranku.
Aku menarik tangan Stee yang hendak berlari ke arah lain, ku lemparkan tubuhnya ke dinding gang. Dan ku tutupi wajahnya dengan jaketku. Aku yakin mereka tidak akan menemukan kami karena Di gang ini sangat minim pencahayaan.
Suara beberapa pelayan super market masih terdengar, dan mereka lari melewati kami. Salah satu dari mereka hendak melewati gang sempit ini, namun yang lain mencegahnya.
Kini tersisa aku dan Steve yang berada di gang ini. Mata Steve terus menyoroti mataku, ia tidak berkedip sekalipun.
Tapi sungguh kali ini aku dan Steve sangat dekat, bahkan hembusan nafas hangatnya sangat terasa. Tubuhnya dan tubuhku saling menyentuh. Aku tidak menyangka kita akan menjadi sedekat ini.
“ mengapa kau tidak berkedip “ tanyaku menatap matanya
Steve kemudian mengedipkan matanya berkali-kali.
“ tidak, aku tidak apa-apa “ Kata Steve gugup.
Steve menggerakkan tubuhnya, tetapi para pelayan super market kembali lagi. Aku mencegah tubuhnya yang hendak di gerakkan.
“ jangan bergerak, kita bisa di tangkap “ Ucapku sinis
Steve menelan ludah nya deengan pelan, bola matanya kembali menatap ke arah wajahku.
***
Zacklee menggoyang-goyangkan kursi kantornya, matanya terus tersihir pada Kartu nama yang di pegangnya.
Secercah rasa penasaran terus menghantui dirinya, sungguh Zacklee sedang berada di zona kebingungan karena Louis.
“ jika di lihat dari tattonya, ia memang sepertinya adik Mihaw “ kata Zacklee sembari mengusap-usap dagunya.
Lalu mulai datang di benak Zacklee mengenai keponakan dari Lay. Dia sudah cukup curiga mengenai hal ini. Karena siapa lagi orang yang akan mencelakai Mihaw jika bukan dari kalangan orang-orang Lay?
Ia mulai merasa khawatir akan keselamatan dirinya sendiri. Yang mana keponakan dari Lay akan selalu datang dan menghancurkannya.
“ sepertinya aku memang butuh Louis ini, “ Ucap Zacklee meyakinkan diri.
Suara ponsel berdering, seseorang deengan nomor tak di kenal mulai menelepon Zacklee.
“ halo Zacklee,sudah lama aku tak bertemu denganmu yaa “ Ucap orang itu.
Zacklee mendongakkan kepalanya dengan rasa terkejut.
“ Zacklee, sepertinya kita perlu mengobrol lebih banyak lagi hahaha “ Lanjutnya deengan suara yang menggelegar
Wajah Zacklee mulai memerah dan beberapa urat-urat sudah nampak di wajahnya.
“ Vincent morgan... “ Teriak Zacklee.
“ tenanglah Zacklee, besok datanglah ke Kafe bluesky jika kau ingin menemuiku “ Ujar Vincent dengan santai.
Zacklee menutup telepon yang ia terima dari rekannya, namun ia masih emosi dan
Zacklee terdiam dalam amarahnya, hingga tak sadar tangannya mulai mengepal.
“ Vincent morgan, masih berani kau menampakkan dirimu “ Suntuk Zacklee dengan kesal.
***
Aku semakin dekat dengan Steve dalam kejadian ini, Pelayan super market itu masih terus memantau di sekitar.
“ seharusnya kita tidak sedekat ini “ Ucapku
Aku menghempas jaket yang ku buat untuk menutupi wajah Steve, lalu ku mundurkah kaki ku selangkah dari dadanya.
Steve menarik tanganku kali ini dan membanting tubuhku ke dinding.
“ mengapa kau mundur? “ Tanya Steve.
“dari sorot matanya, sepertinya dia menyukaiku. Louis...apakah aku perlu membuat orang ini jatuh dan hancur di pelukanku? “ gumam hati kecilku.
Nafas segar nan hangat yang berhembus dari mulut Steve mulai kembali terasa, Steve membuat kepalanya jauh lebih dekat dari sebelumnya. Hidung Steve menyentuh hidungku. Rupanya ia akan mulai mencium...
“ berhenti “ Kataku Ketus.
Mata Steve yang semula menatap pada bibirku kini di rotasikan ke arah wajahku.
“ jika kau ingin menciumku, jadilah laki-laki sejati terlebih dahulu “ Lanjutku kepada Steve.