Sp episode 72 Sebagai seorang istri, Sekar wangi merasa sedih. Dia tidak sengaja melakukan sebuah kesalahan, mungkin bagi orang itu bukan suatu masalah tapi bagi sang suami ternyata itu merupakan perkara besar. Ia sangat khawatir pada keadaan pria tersebut, dengan tubuh terluka pergi sendiri tanpa seorang tabib, luka yang seharusnya ditanggungnya. “Putri.” Sekar wangi mendongakkan kepalanya, terlihat wajah Zazira menatap dirinya dengan penuh tanda tanya. “Apakah gerangan yang membuat putri Sekar bersedih? Apakah itu karena Pangeram Zein?” tanyanya penasaran. Wanita itu mengangguk, hingga sekarang perasaan bersalah itu belum hilang. Ketakutan serta kecemasan akan sesuatu yang buruk terjadi pada pria tersebut membuat hatinya selalu dipnuhi dengan kegelisahan. “Putri, aku yakin kalau

