Episode 78 Zazira tidak perduli, ia menoleh ke samping. Terlihat Sekar Wangi hanya diam dengan ekspresi khawatir. Dia pun mendekati wanita tersebut.”Putri Sekar, bagaimana kalau kita istirahat dulu. Lagi pula pangeran Zein juga butuh istirahat, jadi lebih baik kalau kita juga istirahat.” “Dasar tidak tahu malu, putri Sekar itu seorang tabib. Tentu saja dia harus mengobati orang yang sakit,” sinis Yuda. “Aku juga sedang sakit, jadi putri Sekar harus mengobatiku,” sahut Zazira, ia mengambil tangan wanita cantik tersebut tapi ditepis halus oleh yang besangkutan. “Maaf tuan, suamiku sedang sakit. Sebagai seorang istri, aku harus mengutamakannya,” tolaknya halus. Setelah itu ia langsung melangkahkan kaki menyusul sang suami yang di bawa oleh Mahesa. Pria itu mendudukkan suaminya di bawah p

