episode 74

1070 Words

Sp episode 74 Zein Zulkarnain bangkit dari tenpat duduknya, iris safirnya menatap Sekar Wangi. Tabib cantik tersebut tertidur di sampingnya, tangannya terulur menyentuh surai hitam istrinya.”Kenapa kau berkhianat? Kenapa kau harus bergantung pada orang lain? Aku tidak bisa tetap bersama seorang wanita yang tak memiliki pendirian. Maaf, Sekar. Aku tidak bisa membawamu lagi.” Pria itu melepas jubahnya lalu menyelimutkan pada istrinya, sekalipun masih merasa jengkel tapi dia tidak bisa membiarkan seorang wanita kedinginan. Putra mahkota Bintang Tenggara tersebut bangkit dari tempat duduknya, ia mengambil pedang naga lagit lalu melompat terbang meninggalkan Sekar Wangi bersama teman-temannya. Tekad untuk berjuang sendiri merebut Bintang Tenggara dan tidak ingin membahayakan siapapun telah b

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD