Ara menarik kopernya keluar. Ia menoleh ke kiri-kanan mencari seseorang yang sudah berjanji akan menjemputnya di Bandara. Ia sampai di Bali jam sepuluh pagi. Untungnya cuaca tidak mendung seperti di Jakarta. Ia bisa melihat langit biru yang sangat cantik. Meskipun langit terlihat sama saja, tapi rasanya berbeda jika tanah yang kalian pijaki adalah Bali. Sudah lama ia tidak ke Bali. Mungkin sekitar lima tahunan. Setelah lulus kuliah, ia jarang melakukan perjalanan. Ia lebih fokus mengelola butiknya. “Ara!” panggil seorang pria yang tengah melambaikan tangannya dari kejauahan. Ara tersenyum. “Andi!” pekik Ara lalu berlari kecil sambil menarik kopernya. Ia memluk pria itu erat, begitupun sebaliknya. “Setahun lo enggak pulang ke Jakarta, lo enggak kangen gue?” tanya Ara. Andi memang harus p

