Hari ini, Mora memberitahu bahwa dia akan mengunjungi apartmen Gama dan Ara. Karena ini kali pertama kunjungan Mora setelah Gama menikah, tentu saja pria itu antusias. Mora sangat dekat dengan Gama. Mora adalah sosok ibu kedua untuknya. Apapun masalah yang Gama hadapi, Mora lah orang pertama yang akan membantu Gama. Karena harus bedrest, Ara hanya bisa berbaring di tempat tidur, sedangkan Gama sibuk menata makana yang dia beli dari restoran di meja makan. Mora mendengar bahwa Ara sakit, itu sebabnya wanita itu berkunjung ke sana. Suara bel berbunyi, membuat Gama langsung tersenyum dan berlari kecil menghampiri pintu. “Good Morning,” sapa Mora dengan senyuman khasnya. “Morning. Yuk, masuk, Kak. Oh iya, bawain pesanan Gama, kan?” “Of course!” “Good.” “Oh, iya. Ara mana?” tanyanya sa

