Feri buru-buru turun dari mobil dan berlari menyusuri taman. Dia lupa bertanya dimana Natasya berada. Bodohnya karena terlalu panik dan buru-buru. Pria itu berlari hingga ke lapangan. Dia menoleh ke kanan-kiri, mencari keberadaan Natasya. "Sya! Gue udah dateng, nih!" teriaknya. Tidak peduli meski di sana ada beberapa orang yang sedang duduk-duduk santai kemudian jadi mengalihkan pandangan setelah mendengar teriakan Feri. "Sya!" teriaknya lagi. PLAKK! Sebuah tepukan mendarat di punggugnya. pria itu menoleh. "Senang banget teriak! Itu mulut enggak bisa pelanan sedikit, ya, kalo manggil?" Feri mengusap belakang punggungnya. "Maaf, Sya. Mulut gue emang udah begini dari dalan kandungan." Natasya memutar bola mata malas, lalu menunjukkan timer di ponselnya. "Lewat satu menit," katanya.

