"Apa maksud kalian?" Tanya Clara, kali ini nada bicara nya tidak lagi santai seperti sebelum nya, karena emosi yang sudah terkumpul di kepalanya setelah mendengar perkataan dua orang tua di hadapan nya ini. "Ra.. sabar" kata Liam mencoba menenangkan kekasih nya yang mulai kehilangan kesabaran. Meski dirinya juga marah mendengar apa yang dikatakan kakek dan nenek dari Clara ini tapi saat ini bukan waktu yang tepat untuk melakukan nya. Karena dia tau yang lebih marah adalah Clara dan jika tidak di cegah pasti wanita itu akan berbuat di luar nalar. Clara menghembuskan nafas nya pelan mendengar perkataan Liam, emosi nya tidak bisa tertahan tadi. Karena menurut Clara ini semua adalah lelucon, bagaimana mungkin keluarga yang sejak awal tidak pernah menemui nya atau ada disisi nya tiba tiba saj

