Jealous

1131 Words
Clara menatap pintu ruangan Liam yang baru saja tertutup, padahal Clara dibelakang Liam dan berniat untuk masuk kedalam ruangan itu tapi melihat Liam yang langsung menutup nya begitu saja dan sedikit kasar membuat Clara memikirkan ulang niat nya untuk masuk kedalam ruangan Liam. "Kenapa sih tuh orang tiba tiba aneh" gumam Clara lalu duduk di tempatnya lagi sambil menggerutu karena perilaku Liam yang tiba tiba aneh. Clara pun tidak memikirkan hal itu lebih lanjut, dia memilih merangkum hasil dari rapat tadi dan langsung membuat laporan ke Liam menurut nya hal itu lebih baik dari pada masuk kedalam ruangan Liam tanpa adanya alasan. Sedangkan Liam sendiri yang sudah ada di ruangan nya hanya duduk di meja kebesaran nya yang langsung tertuju kepada meja dimana Clara berada. Jangan kira Liam tidak melihat raut menggerutu Clara tadi, Liam melihat semua nya dan Liam sendiri bisa menebak jika Clara sedang mengumpati nya di dalam hati. "Lucu..." Gumam Liam saat melihat Clara yang memberengut karena bingung. "Padahal cuma liat dia doang, tapi langsung tegang. Gila Lo, bener bener duda gatel nggak pernah dapet jatah" kata Liam mencemooh dirinya sendiri. Lirikan Liam tertuju pada pangkal pahanya yang menggelembung tanda dirinya sendang trun on. Helaan nafas kasar terdengar, seperti nya kali ini dia harus menyelesaikan nya sendiri. Lalu Liam berdiri dari duduk nya dan menuju toilet yang ada di dalam sana untuk menyelesaikan apa yang sudah terlanjur minta untuk di puaskan. . . . 1 jam berlalu dan Liam baru saja keluar dari toilet, dan begitu dirinya melirik kearah luar dia tidak lagi melihat Clara berada di meja nya. Liam pun memutuskan untuk melangkah keluar untuk mencari Clara, menengok kanan kiri Liam sama sekali tidak melihat adanya tanda tanda keberadaan sekretaris seksi nya. Dan saat Liam ingin menuju lift untuk turun kebawah, langkah Liam terhenti saat melihat lift terbuka dan di dalam nya ada Clara dan juga Ilham yang sedang bersama bertukar cerita dan bercanda. Ditangan kedua nya juga ada cup coffe yang menunjukan jika keduanya baru saja pergi bersama. Liam melirik jam tangan nya dan melihat jika waktu sudah menunjukan waktunya makan siang. "Selamat siang pak Liam" "Siang pak" Sapa Ilham dan juga Clara bersamaan begitu melihat Liam yang ada di hadapan mereka "Kalian dari mana? Dan kamu Clara saya nyariin kamu nggak ada, kalo kamu mau pergi kemana mana itu harus laporan sama saya supaya saya nggak bingung kalo nyari kamu" dalam satu tarikan nafas Liam mengatakan hal itu. Seperti nya emosi Liam terpancing saat melihat kedekatan dari Clara dan juga Ilham, cemburu? Mungkin saja tapi Liam belum mau mengatakan hal itu sebagai cemburu. "Eh maaf pak, saya sama mas Ilham tadi makan siang" kata Clara membuat kerutan di dahi Liam terlihat sebagai tanda tidak senang, apa tadi kata Clara mas? Ilham wanita itu panggil mas? Sudah sedekat apa sebenarnya hubungan mereka berdua. "Iya pak, tadi saya yang ajak Clara untuk makan siang. Saya takut kalo Clara lupa makan siang kayak beberapa waktu yang lalu karna sibuk" bela Ilham. "Udah sana kamu balik ketempat kamu Ilham, dan kamu Clara secepatnya kasih laporan hasil rapat tadi di ruangan saya, harus selesai hari ini juga tanpa bantahan, kalo kamu belum selesai kamu lembur" setelah berkata seperti itu seperti biasa Liam langsung meninggalkan tempat itu dengan langkah yang tegas menuju lift dan turun ke bawah entah kemana. Meninggalkan Clara dan juga Ilham yang melongok karena merasa aneh dengan sikap Liam. "Dia lagi dapet tamu bulanan deh kayak nya" kata Clara asal karena melihat sikap Liam. "Heh, jangan gitu. Udah sana kamu kerjain apa yang pak Liam minta, kalo dia bilang laporan hari ini harus selesai ya harus selesai dia nggak akan kasih toleransi" kata Ilham lagi. "Yaudah deh, makasih ya mas untuk traktiran nya tadi" kata Clara yang di jawab anggukan oleh Ilham, lalu Clara kembali menuju meja nya berada. . Clara berdiri sebentar dan membungkuk kearah Liam yang baru saja datang setelah pergi selama kurang lebih 2 jam. Tapi Liam masuk begitu saja kedalam ruangan nya bahkan tanpa melirik Clara sama sekali, dan dari raut pria itu yang di lihat Clara seperti nya Liam sedang marah. Memilih mengangkat bahu dan kembali duduk, Clara melanjutkan pekerjaan nya lagi. Tapi sebelum itu Clara meminum kopi yang tadi dia beli bersama dengan Ilham setelah selesai makan siang bersama. Setelah menyeruput nya sedikit, Clara menatap dengan intens cup kopi itu. Ini sedikit aneh dan juga jauh dari dirinya yang biasanya, Clara yang memang sudah membatasi diri dalam dekat dengan orang lain, kini dengan mudah nya dekat dengan Ilham. Clara juga tidak ingat bagaimana dirinya bisa dekat dengan Ilham, yang dia tau Ilham sangat dewasa saat membantu nya jika memiliki kesulitan dalam bekerja. Dan Ilham sendiri seperti tau dimana dia butuh bantuan orang lain, maka pria itu akan selalu ada untuk membantu nya. "Clara, kekasih barang barang kamu sekarang. Kamu ikut aku kerumah, mami ku mau balik ke Jakarta dan Juna nanyain kamu terus" kata Liam tiba tiba yang keluar dari ruangan nya dan hal itu membuat Clara kaget dari lamunan nya "Hah? Sekarang pak? Tapi ini belum selesai" kata Clara bingung Liam menatap Clara datar "ikutin aja apa kata aku, Juna lebih penting" setelah itu Liam berjalan menuju lift dengan membawa tas laptop nya dan juga jas yang sudah dilepas dan di bawa di lengan kekar nya. Clara melihat hal itu pun langsung buru buru mematikan komputer dan juga memasukan ponsel nya ke tas dan membawa tas itu dengan sedikit berlari menuju lift yang sudah ada Liam menunggu nya. Setelah Clara masuk Liam langsung menekan tombol untuk menuju lobby perusahaan nya, tatapan Liam melirik kearah Clara yang berdiri di belakang nya sedikit. Liam melangkah mundur satu langkah untuk menyamankan posisi mereka, sedangkan Clara hanya meliriknya sebentar lalu mengalihkan tatapan nya ketika pandangan nya sempat terpaku sebentar di lengan berotot dan kekar Liam. "Kamu... Sama Ilham udah sedeket apa sampe kamu manggil dia mas?" Pertanyaan tiba-tiba Liam membuat Clara menatap pria itu. "Maksud bapak?" Tanya Clara tidak mengerti dengan tatapan polos nya yang terlihat menggairahkan di mata Liam. Liam membuang pandangan nya dari Clara sebelum menjawab pertanyaan wanita itu. "Ya kamu sedeket apa sama dia sampe kamu panggil dia dengan panggilan mas, sedangkan ke aku disuruh panggil kakak aja kalo lagi berdua susah banget" kata Liam menjelaskan maksudnya. Clara yang sadar akan kesalahan nya dalam memanggil Liam pun berkata "eh maaf pa-kak" kata Clara "Jawab aja pertanyaan aku" kata Liam ketus. "Ya nggak sedeket apa juga, mas Ilham bantuin aku beberapa hal dan juga namanya emang pas kok kalo di panggil mas. Apa lagi dia juga ada keturunan jawa nya" "Tapi di mata aku nggak kayak gitu" Liam mengatakan itu sambil melangkah keluar meninggalkan Clara di dalam lift. Sedangkan Clara sendiri bingung dengan apa yang dikatakan oleh Liam, karena tidak mengerti. Nggak kayak gitu? Apa maksudnya toh nyatanya mereka cuma rekan kerja. Tbc
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD