"Derrick, ke ruangan ku sekarang." Titah Sean lewat sambungan telepon kantor. Beberapa saat kemudian, Derrick datang menemui bosnya. Sean yang sibuk dengan beberapa berkas yang tercecer di meja kerjanya hanya melihat sekilas kedatangan Derrick sebelum akhirnya menyuruh duduk. Dengan sabar Derrick menunggu Sean mengatakan maksud dan tujuannya memanggil dia datang kemari. Tak lama Sean menyodorkan seberkas dokumen yang entah apa isi didalamnya. Yang pasti, saat ini Sean menyerahkan kepada orang kepercayaannya. Dengan rasa penasaran, Derrick menerima berkas tersebut lalu membukanya. Setelah membaca sekilas inti dari isi berkas itu, mata Derrick melebar sebelum akhirnya berganti melihat Sean yang kembali sibuk dengan berkas lain. "Mr. Sean..." "Hemmph" jawab Sean masih sibuk mempelaj

