Bab.106 Mana Buktinya?

1100 Words

  "Kamu tau dia siapa?!" hardik Henry pada Widya yang berdiri di hadapannya.   Sedangkan Dev dan Alana sudah pergi dari rumah mereka. Widya yang menyuruh mereka pulang, karna Alana tidak seharusnya menerima kemarahan dari Henry.   "Memangnya dia siapa?" tanya Widya sambil mendongak, seperti menantang suaminya.   "Perempuan itu pelayan coffea shop. Kamu tega membiarkan anak kita berhubungan dengan gadis seperti itu?"   "Apa salahnya?"   "Apa salahnya? Kamu itu buta atau bagaimana? Tentu saja dia nggak cocok disandingkan dengan Dev. Apa kata orang nanti? Apa kata rekan-rekan bisnisku? Apa kamu nggak mikir sejauh itu?!"   "Kenapa harus mikirin pendapat orang lain? Bagiku, yang penting Dev bahagia. Itu sudah lebih dari cukup. Lagi pula, Dev sudah dewasa. Kita tidak berhak mengatur hidupn

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD