Bab.114 Jangan Membantah

1018 Words

  "Duduklah, di luar masih hujan," ujar Satria saat melihat Alana sejak tadi berdiri di depan pintu coffea shop. Malam itu hujan deras, karna Alana kebagian jadwal bersih-bersih akhirnya dia pulang paling akhir.   Sesaat kemudian Satria muncul dengan dua piring kecil berisi potongan kue untuk Alana dan juga dirinya sendiri. Lalu mengikuti gadis itu duduk di salah satu kursi pelanggan, berhadapan dengan Alana yang duduk di depannya.   "Makanlah, sepertinya hujannya akan lama. Kamu pasti lapar," katanya sambil tersenyum.   "Eh?" Alana mendongak terkejut, namun dia menerima juga uluran piring kecil itu untuknya. "Makasih," ucapnya sedikit malu.   "Tidak di jemput?"   "Hm?"   "Pria itu, tidak menjemput?" tanya Satria lagi.   Alana menunduk dengan senyum tipis. "Aku melarangnya datang la

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD