"Sayang, aku mau hakku malam ini." Ujar Alan seraya mengelus kepala Tiara, membuat Tiara langsung duduk dan meneguk ludahnya secara kasar. "Ma-malam ini?" tanya Tiara terbata. "Iya. Malam ini, Sayang." Jawab Alan yang masih menggunakan nada lembutnya. Lagi-lagi Tiara merasa kesulitan menelan ludahnya. "Sayang, aku… "Jangan menolak, Sayang. Cepat mandi." Ujar Alan memotong ucapan Tiara, membuat Tiara mau tidak mau ia beringsut turun dari ranjang. Setelah Tiara sudah berada di kamar mandi, Tiara bukannya langsung mandi, tapi malah duduk di tepi bak mandi, dengan perasaan gelisah. Tiara merasa belum siap untuk melakukan atau menyerahkan hak Alan. Tapi bukan, berarti Tiara menganggap pernikahan ini sebuah permainan. Tiara hanya belum siap saja, dan butuh waktu untuk melakukannya. Cukup

