Al menghentikan gerakan tangannya saat soni menyebutkan tentang vio..
"ada apa dengannya,.?" tanya al dengan nada datar tanpa menoleh ke arah soni..
"aku ingin kita menemuinya"jawab soni membuat al tersenyum miris
"kita..."gumam al..
"kenapa tidak kau saja..." lanjut al
"aku sudah mencobanya beberapakali dan tentu saja selalu penolakannya yang aku dapatkan, bahkan dia mengusirku sebelum aku berkata aPapun"jelas soni
"lalu apa untungnya dengan membawaku menemuinya...bukankah semuanya akan semakin runyam"jawab al kemudian berdiri hendak meninggalkan bima dan soni...
"karena hanya kau yang bisa memberikan bukti itu pada vio...dia tidak akan pernah menerimaku apalagi mendengar penjelasan dariku..."lirih soni namun membuat al mengepalkan tangannya..
"apa sekarang kau percaya padaku dan meminta bantuanku"jawab al
"al came on...kita harus akhiri semua ini...kita tidak bisa terus membiarkan masalah ini berlarut larut .... Aku tidak ingin melihat soni berakhir di rumah sakit jiwa karena terus memikirkan vio...."ucap bima berniat bercanda namun soni membenarkan ucapannya
"kau benar..aku bahkan hampir gila memikirkan vio dan tasya"lirih soni...
"seharusnya kau menyadari itu saat aku menjelaskannya dulu dan sebelum vio benar benar Pergi dari hidupmu"ucap al kemudian melanjutkan langkahnya keluar club dengan amarah di dadanya...
Al kemudian masuk kedalam mobil sportnya dan memacunya dengan kecepatan tinggi..tidak butuh waktu lama al sampai di mansionnya...al tidak langsung turun dari mobil malah menyandarkan tubuhnya dan memijat pangkal hidungnya...
Amarah al selalu saja tersulut jika mebahas masalah lima tahun yang lalu...antara dirinya..
Vio dan juga soni...
Al mengacak rambutnya frustasi sebelum membuka pintu mobil dan berjalan memasuki mansion megahnya...
Al melangkahkan kakinya menaiki anak tangga sebelum suara dari ruangan lain menghentikannya...
Al berjalan ke arah sumber suara perlahan dan berdecih melihat pemandangan didepannya...
Layar televisi besar yang menyala tapi dua orang didepannya malah tertidur pulas...
Al milirik jam tangannya menunjukan pukul satu dini hari...
Kenapa mereka tidur disini batin al
melihat istrinya abi tengah meringkuk di atas sofa sedangkan rola maid pribadi abi tertidur dengan posisi duduk..
Al berjalan mendekat namun tidak sengaja menginjak sampah sampah bekas makanan ringan yang tergeletak sekitar meja membuat rola terbangun dan segera berdiri.
"ma maaf tuan say..."
"sssttttt kau bisa membangunkannya"potong al saat rola hendak meminta maaf karena telah tertidur...
"kenapa kalian ada disini..,?" tanya al dengan suara pelan sambil melirik abi yang masih tertidur pulas.
"maaf tuan tadi saya tidak sengaja mendengar suara ribut dari arah dapur...ternyata nyonya..nyonya..."ucapan rola menggantung seakan takut
"dia kenapa.?" tanya al
"nyonya memecahkan gelas jadi saya cepat cepat menghampirinya...tapi saat saya sudah sampai nyonya sudah mebereskan pecahan gelas itu dan jari nyonya terluka...saya minta maaf"
Al berdecih menanggapi penjelasan maidnya itu...dalam sehari abi sudah dua kali melukai dirinya.
"lalu kenapa kau tidak membawanya kekamar malah berada disini"ucap al
"nyonya sendiri yang meminta saya menemaninya untuk menonton televisi disini..beliau bilang tidak mengantuk..."jawab rola...
"ya sudah sekarang bereskan ini dan kau boleh kembali kekamarmu...!!"perintah al yang di angguki oleh rola..
Setelah itu al mensejajarkan tubuhnya dengan abi meraih tangan abi yang sudah berhiaskan dua plester ditangannya..
"dasar ceroboh"gumam al kemudian perlahan membopong abi dengan pelan menuju kamarnya...
Al menidurkan abi perlahan takut jika dia terbangun kemudian menyelimutinya sebatas d**a. .
Al mengambil anak rambut abi yang menutupi wajah abi..sedetik kemudian sudut bibir al terangkat hanya dengan memandang wajah abi yang tertidur....
Al kemudian melarikan pandanganny kesegala penjuru kamar melihat isi kamar abi...tatapannya jatuh pada bingkai foto di atas nakas...al meraihnya, bingkai foto yang menggambarkan foto pernikahan dirinya dan abi...
Ternyata abi memajang foto pernikahan mereka di kamar abi membuat hati al yang sedari tadi masih merasakan marah..sekarang menguap entah kemana...
"dasar lucifer gila.."racau abi di dalam tidurnya membuat al yang hendak beranjak dari duduknya menyurutkan niatnya dan menatap tajam ke arah abi...
"apa kau benar benar tidur hem...bahkan dalam tidurmu kau masih memaki ku" gumam al...kemudian memencet hidung abi gemas membuat abi sedikit merengek karena tidurnya terganggu namun tidak membangunkannya abi malah menarik tangan al dan menjadikan telapak tangannya sebagi bantal...
Al menatap lekat wajah abi kemudian mengecup kening abi lama....al tidak menyangka bisa menerima gadis ceroboh didepannya sebagai istrinya tanpa bisa protes apapun...
****
Tata berjalan memasuki mansion..tata kesal karena setelah acara pernikahan mereka, al dan abi bahkan tidak menghubunginya atau mengunjunginya...
Mereka seakan menghindar...
"selamat datang nyonya"sapa william ramah..
"dimana al dan abi will...,?"tanya tata sambil terus melangkah masuk
"tuan dan nyonya masih belum keluar kamar nyonya"jawab william...
Tata melihat jam dipergelangan tangannya yang sudah menunjukan pukul sembilan
Kemudian tata tersenyum sumringah..
"apa perlu saya bangunkan nyonya"ucap william
"tidak usah will biarkan saja mereka...mungkin mereka lelah"ucap tata sambil terkekeh sedangkan will hanya tersenyum mendengar ucapan tata...
"ouh ya aku akan memasak saja untuk mereka will...panggil beberapa maid untuk membantuku"ucap tata sambil berjalan kearah dapur.....
Tidak butuh waktu lama tata menyelesaikan kegiatan memasaknya tapi al dan abi masih belum terlihat batang hidungnya...
"hidangkan semuanya"ucap tata pada para maid kemudian berjalan menaiki anak tangga
"ah apa mereka masihh......"ucap tata menggantung dan ragu ragu untuk mengetuk pintu...
Tok tok
"Al...abi apa kalian masih tidur"ucap tata dengan terus mengetuk pintu...namun beberapa lama tidak ada sautan membuat tata tidak punya pilihan untuk mencoba membuka hendle pintu
Ceklek...
"mereka tidak mengunci pintunya"gumam tata kemudian berjalan masuk perlahan takut takut melihat pemandangan yang tidak seharusnya dia lihat...
Namun saat tata melarikan pandangannya kesegala penjuru kamar tata tidak menemukan siappun...
"will....william..." panggil tata
"saya nyonya..."jawab will
"apa mereka tidak menempati kamar utama.??? Kemana mereka...apa mereka sudah bangun sedari tadi...?"tanya tata
Will pun sediki heran...will yakin belum melihat abi dan al pagi ini...bahkan will melihat mobil al lengkap berjajar di garasi tanpa tekecuali...
Namun beberapa saat will tersadar
"maaf nyonya mungkin mereka berada dikamar nyonya abi.."jawab will
"kamara abi...maksudnya...ini kamar al begitu.."tanya tata
"maaf nyonya...se..."
"dimana kamar abi..,?"tanya tata kesal...apa apan mereka mempunyai kamar terpisah batin tata kesal..
Will pun mengantar tata kesebuah kamar lainnya yang tidak jauh dari kamar utama...
"ini nyonya"jawab will
Sekarang tanpa basa basi karena sudah kesal tata membuka pintu kamar yang ada didepannya...
"astaga....!!!"gumam tata membekap mulutnya....