BAB 28 BUKAN JALAN KELUAR

1415 Words

Udara segar Puncak benar-benar menenangkan fikiran Nadia. Sedari pagi gadis itu tak henti tersenyum menyesapi kenikmatan alam. Sudah tiga hari Nadia berada di Bogor, sekedar untuk menenangkan dirinya dari berbagai kenyataan pelik yang menghampiri hidupnya. Berada di Puncak sedikit banyak membuat Nadia jauh lebih rileks dan bisa sedikit mengabaikan nasib cintanya yang cukup menyiksa. Banyak hal yang dia lakukan disana. Seperti pergi ke kebun mang Rohman, memasak makanan sunda bersama Indah. Tak lupa bermain disungai yang jernih seperti yang dulu sering ia lakukan dengan ayahnya. Semuanya benar-benar membuat Nadia bisa berfikir lebih jernih. Gadis itu juga sudah merenungi langkah selanjutnya yang akan dia ambil dalam hidupnya. Meskipun belum seratus persen yakin, tapi Nadia sudah menyiapkan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD