BAB 26 SEJENAK MENEPI

1843 Words

Beberapa hari kemudian ... Sudah jam pulang kantor, dengan langkah lesu Nadia berjalan menyusuri koridor untuk menuju lift. Pun ketika berdiri di dalam lift, gadis cantik itu hanya bisa menyandarkan kepalanya pada dinding hingga sampai di lantai utama. Alvin yang masih di lobby kantor bisa melihat kelesuan adiknya. Dahinya mengerut. Selama ini, selelah apapun Nadia, gadis itu tidak pernah menampakkannya seperti saat ini. Namun ketika kakinya hendak melangkah, sekretarisnya sudah mengingatkan pertemuan sore ini. Alvin memang memiliki janji dengan beberapa client. Laki-laki itu hanya mengangguki ucapan sekretarisnya namun matanya masih memandang intens sang adik yang kini memasuki mobil. Alvin memanggil salah satu sopir kantor. "Kamu ikuti Nadia. Kelihatannya dia lelah. Kalau ada apa-apa l

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD