Prolog

667 Words

Aku menggeliat kesana-kemari, berguling-guling di atas kasur hingga akhirnya aku pun menyadari ada sesuatu yang tidak beres. "Bu... kok AC nya dimatiin sih? Panas nih, Bu..." Byur! "Allahu akbar!" Aku langsung terduduk begitu tiba-tiba wajahku kejatuhan air. Mending kalau setetes, lah ini deres woy! Kamarku gak mungkin bocor kan? "Anak perawan abis shubuh bukannya bantuin orang tua malah tidur lagi. Buruan mandi!" Aku mendongak menatap wanita di hadapanku yang berkacak pinggang dengan gayung di tangan kanannya. Oh, jadi Ibu pelakunya. Ya iya lah siapa lagi yang bisa nyiram aku pas lagi tidur kalau bukan ibuku sendiri? "Ibu nih pagi-pagi udah marah-marah aja. Nanti cepet tua loh." "Biarin! Ibu tua juga sudah punya keturunan ini. Memangnya kamu tuh perawan tua." "Ya Allah ibu mulutnya!

Great novels start here

Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD