Usia pernikahan Aryan dan Mauren kini telah memasuki tiga bulan hubungan keduanya masih terasa hambar belum ada tanda-tanda cinta di antara keduanya.
Ajeng ibunya Mauren yang bekerja di rumah keluarga Aryan pun kini telah pulang ke kampung halamannya karena merasa tak enak hati pada Nancy karena Nancy selalu saja melarangnya melakukan pekerjaan rumah tangga. Awalnya Nancy melarang Ajeng untuk kembali ke Yogya namun Ajeng bersikeras ingin tetap pulang dan akhirnya Nancy mengijinkannya pulang dan setiap bulannya keperluan Ajeng dipenuhi Nancy.
---
Aryan dan Mauren beserta Nancy juga Chandra sedang menyantap sarapan paginya seperti biasanya pula Mauren selalu melayani keperluan Aryan.
"Ya sudah Aryan berangkat sekarang mah pah yuk Ren...." ucap Aryan, kebiasaannya saat ini memang selalu mengantarkan Mauren ke kampus tiap pagi.
"Mauren berangkat ya mah.. pah.." pamit Mauren pada mertuanya.
Aryan dan Mauren sedang dalam perjalanan menuju kampus.
"Udah semester berapa sih kamu Ren?" tanya Aryan.
"Semester akhir lagi susun skripsi" ucap Mauren.
"Owhh... oh ya nanti siang aku jemput, ikut aku ya kita makan siang sama klien aku" ucap Aryan, ia memang sering mengajak Mauren makan siang bersama namun menurut Mauren itu hanya makan siang biasa tak berarti apa-apa.
"Iya...." ucap Mauren setuju.
Tak berapa lama mereka tiba di kampus Mauren, Mauren segera turun dari mobil Aryan, tak ada cium kening sebagai perpisahan layaknya pasangan suami istri. Mobil Aryan kemudian melaju menuju kantornya setelah menurunkan Aryan.
"Eh Ren kenalin kali sama laki lo, kita gak pernah nih lihat laki lo secara langsung" ucap Michelle, teman kampus Mauren yang memang telah mengetahui penikahan Mauren dan Aryan mereka sangat terkejut Mauren yang seorang gadis biasa saja menikah dengan seorang putra pengusaha ternama di Indonesia.
"Nanti ya dia lagi sibuk banget" ucap Mauren tersenyum.
---
Saat jam makan siang Mobil mewah Aryan meluncur untuk menjemput Mauren menuju kampusnya.
"Hai sudah lama nunggunya" ucap Aryan tersenyum.
"Gak kok...." ucap Mauren.
"Kita makan siang sekalian aku ada meeting sebentar gak papa ya" ucap Aryan.
"Iya gapapa" ucap Mauren sambil memainkan iphonenya.
Aryan memarkirkan mobilnya begitu tiba di restauran. Ia mengajak Mauren langsung masuk ke dalam dan menemui kliennya.
Setelah menyelesaikan meetingnya dan makan siang Aryan segera mengantarkan Mauren pulang.
"Emm... Ar malam ini aku mau ke pesta ulang tahun teman kampus ku bisa nemenin aku gak" ucap Mauren, saat ini mereka sudah dalam mobil.
"Jam berapa" tanya Aryan, ia masih fokus dengan jalan didepannya.
"Jam delapan malam" ucap Mauren.
"Okelah" ucap Aryan singkat, setelah itu Aryan dan Mauren sudah tak membicarakan apapun lagi.
Begitu tiba di rumah Mauren segera turun dari mobil dan Aryan segera kembali kembali ke kantornya.
"Sudah pulang sayang" ucap Nancy pada menantunya.
"Iya mah diantar Aryan tadi habis nemenin dia meeting sekalian makan siang" ucap Mauren, ia duduk disamping Nancy.
"Ya sudah sana istirahat dulu pasti cape kan" ucap Nancy sambil mengusap kepala Mauren.
"Ya sudah Mauren ke kamar dulu ya mah" ucap Mauren lalu mengecup pipi Nancy.
Mauren masuk ke kamarnya dan langsung merebahkan tubuhnya yang terasa lelah dan tak lama ia tertidur pulas.
Jam menunjukkan pukul lima tepat Aryan baru saja memarkirkan mobilnya di halaman rumah dan langsung masuk ke kamarnya. Dilihatnya Mauren masih tertidur sangat pulas.
"Ren.... bangun sudah sore" ucap Aryan membangunkan Mauren sambil melepas jasnya.
"Emmhhh...." Mauren mengulet dan perlahan membuka matanya lalu duduk.
"Kamu sudah pulang, maaf aku ketiduran" ucap Mauren.
Pukul delapan malam Mauren telah rapi dan cantik dengan dress biru malam.
"Loh Mauren mau ke mana" tanya Nancy yang melihat Mauren, ia sedang duduk bersantai bersama Chandra suaminya.
"Mau ke acara ulang tahun teman mah" sahut Mauren sambil duduk di sofa samping Nancy.
"Sendiri" tanya Chandra.
"Sama Aryan pah" ucap Mila.
Tak lama Aryan pun turun dari kamarnya dengan kemeja berwarna biru malam senada dengan dress yang Mauren kenakan.
"Aduh kalian ini serasi banget. Gak salah mama memilihkan Mauren buat kamu Ar" ucap Nancy, ia tak mengetahui belum ada benih-benih cinta yang tumbuh diantara keduanya.
"Ah mama bisa saja" ucap Mauren.
"Sini Ar mama mau bicara sebentar" ucap Nancy.
"Kita mau pergi mah" ucap Aryan.
"Duduk sebentar saja Ar" ucap Chandra.
"Apasih mah mau ngomong apa" ucap Aryan yang kini sudah duduk.
"Kapan kalian mau memberikan mama dan papa cucu, kami sudah sangat menginginkan cucu nak. Dan kalian sudah menikah tiga bulan apa belum ada tanda-tanda kehamilan Ren, kalian berdua sehatkan" ucap Nancy membuat Aryan dan Mauren saling pandang.
"Gini mah, Mauren kan masih kuliah" ucap Mauren.
"Gimana mau punya baby orang kita gak saling sayang" ucap batin Mauren.
"Kan bisa sambil kuliah sayang, gak ada larangan kan hamil saat masih kuliah" ucap Nancy.
"Mauren pengen fokus kuliah mah dan lagian Aryan belum siap jadi orang tua" ucap Aryan.
"Gimana mau hamil orang Aryan gak pernah begituan sama Mauren dasar si mama" ucap batin Aryan.
"Kalian ini gak ngerti banget sih sama mama, mama tuh kesepian di rumah kalo kalian punya anak kan mama bisa punya kesibukan ngurusin cucu" ucap Nancy.
"Iya Nanti lah diomongin lagi sekarang kami pergi dulu" ucap Aryan.
Aryan dan Mauren segera berangkat menuju pesta, sepanjang perjalanan menuju pesta Mila memikirkan apa yang dikatakan mertuanya itu.
"Mikirin apa sih kamu" ucap Aryan.
"Aku bingung sama hubungan kita ini, apa lagi sama permintaan mama yang tadi" ucap Mauren.
"Maksud kamu apa sama hubungan kita" ucap Aryan.
"Sampai kapan hubungan kita seperti ini Ar, kita gak saling mencintai dan gak mungkin kan kalau kita akan terus menerus seperti ini, aku perlu seseorang yang perhatian denganku" ucap Mauren.
"Kamu mau kita berpisah, tunggu sampai waktunya tiba Ren dan pasti aku akan mengurus semuanya" ucap Aryan.
Bersambung