"Thanks!" Angelia mengambil air soda yang diberikan oleh temannya, dia tersenyum pelan yang mana senyum tersebut tidak sampai di matanya. "Apa yang terjadi padamu?" "Tidak ada." Kate hanya menggelengkan kepalanya melihat sikap Angelia yang masih saja suka memendam masalahnya seorang diri. Padahal di sini dia memiliki seorang sahabat yang selalu ada di sisinya, namun wanita itu masih saja bersikap seolah dia sendirian dan tidak memiliki siapapun di sampingnya. Kate duduk di samping Angelia, mereka kini berada di sofa panjang menghadap ke arah televisi yang tengah menyiarkan acara reality show. Namun tatapan mata Angelia sama sekali tidak tertuju pada siara televisi di depannya, kedua matanya mungkin menatap ke arah depan, namun pikirannya seolah berkelana memikirkan sosok pria yang saat

