Chapter 46

1563 Words

Ilona tak menghiraukan keadaan dirinya yang babak belur. Dalam sekejap mata, berita Mazaya viral. Ia lah yang membunuh Mazaya. Bukan karena bunuh diri, Ilona seorang pembunuh sekarang. "Eh, sialan! Obatin dulu lukanya!" Teriak Hannah. Ilona tak mendengarkan teriakan Hannah. Ia berlari keluar, namun Hannah dengan kasar menarik tubuh Ilona dan membuat tubuh Ilona terjerambap ke lantai, rahim Ilona rasanya mau lepas dari perutnya. Perutnya makin melilit, namun keadaan Mazaya lebih darurat sekarang. Dengan asal, Hannah menutupi luka-luka di tubuh Ilona. Ilona berontak, dan berlari secepat mungkin menuju mobilnya. Ia pembunuh, harusnya ia menyerahkan diri ke polisi sekarang. Ilona menangis. Dirinya gegabah, harusnya ia mendengarkan penjelasan Mazaya, bukan main hakim sendiri. Ya Tuhan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD