setelah tau nasuki menyandera orangtuaku dan juga berhasil menangkap grembo ujo jin penjagaku aku agak bingung. menuruti kemauan nasuki atau bertindak menghabisinya.
aku rasa sedikit memberi pelajaran padanya akan membuatnya jera seumur hidup mungkin lebih baik. ya.. aku akan mempraktekkan ilmu santet yang ku pelajari selama ini padanya.
setelah mempersiapkan semua peralatan santet aku mulai duduk bersila menusukkan jarum pada boneka jerami yang kujadikan alat.
"rasakan nasuki ..."dengan membaca mantra aku menusuk tepat di d**a jerami dan di selangkangannya.
"he .he..he.... kau akan kesakitan nasuki dan segera meminta ampun padaku."
ya aku harus menggunakan cara ini agar nasuki kapok, agar dia tidak main- main denganku.
sehabis melakukan ritual itu aku segera menghubungi nasuki lewat sambungan telfon.
" hallo.."
suara nasuki sangat terdengar berat sambil menahan sesuatu.
" hai nasuki.. bagaimana santetku berpengaruh tidak pada dirimu?" tanyaku frontal tanpa basa basi.
" b*****t kamu sri..! kurang ajar kamu berani bermain- main denganku?
" heh. kamu yang mulai nasuki, cepat bebaskan orangtuaku, atau kamu seumur hidup akan jadi 'kembang amben' he he he..kalau kamu tidak menuruti keinginanku kamu akan meradakan lebih sakit dari yang kamu rasakan sekarang."
" kamu takkan bisa sri membuatku sakit seumur hidup. aku sudah punya dukun handal yang akan menyembuhkanku."
" coba saja, santetku hanya aku yang bisa menyembuhkan, panggil dukun saktimu itu. kalau sampai besok orangtuaku belum pulang, kamu akan ku buat lebih sakit dari ini."
ancamku sambil langsung ku matikan sambungan telfon itu.
================
*Di rumah nasuki*
lelaki itu menggeliat-liat kesakitan sesekali mengumpat .
" aduh.. sakit.. b*****t kau sri.. aku akan membalasmu nanti..!"
"hai kalian kenapa diam .. ?"
teriak nasuki kepada anak buahnya.
" cepat panggilkan ki noyorandu kesini biar mengobati aku, aku di santet sri..
cepat kaian pergi..!"
" ba..baik bos!"
dua orang anak buah nasuki gemetar ketakuatan mendengar perintah bos-nya itu.
kemudian segera pergi ke kediaman ki noyorandu.
sesaat kemudian kedua anak buah nasuki itu sudah kembali di ikuti lelaki tua kurus kering di belakangnya, ya dialah ki noyorandu guru spiritual nasuki sekaligus dukun andalan yang dia banggakan.
" kenapa kamu nasuki?
baru di kerjai wanita kemarin sore aja kamu sudah kesakitan kayak begitu?"
ucap ki noyo randu membuka percakapan sambil memandangi nasuki yang merintih kesakitan dan berguling guling di lantai.
"ki.. sakit banget ki.. ngilu perih campur aduk ki rasanya. aku tak bisa menggambarkan rasa sakit ini." nasuki terus merintih kesakitan, lelaki yang sebelumnya gagah petentang-petenteng kini tak berdaya menahan sakit .
"biar kulihat, kamu tenang nasuki. aku akan mencoba menghilangkan santet itu."
ki noyorandu mendekat ke arah tubuh nasuki, mulutnya komat kamit sambil membakar kemenyan.
" braghhh..."
Tiba - tiba tubuh ki noyorandu terpental beberapa meter ke belakang.
kedua anak buah nasuki kaget dan mendekati ki noyorandu untuk membantunya bangun.
Darah segar keluar dari mulut dan hidung serta kuping ki noyorandu, sambil berusaha berdiri matanya melotot ke arah nasuki sambil berteriak:
" nasuki.. kamu segera turuti saja permintaan wanita s****n itu. aku tidak bisa menyembuhkan kamu dari santet itu. santet yang di pakai wanita itu sangat ganas aku menyerah ."
kemudian ki noyorandu pergi meninggalkan nasuki yag merintih kesakitan.
" hey.. kalian berdua cepat bebaskan orangtua sri, antar mereka pulang. dan mintakan aku obat padanya. aduh.. sakit.. aduh"
teriak nasuki gemetar sambil menahan sakit yang luar biasa.
selain sakit karna di santet nasuki mungkin juga merasakan patah hati karna gagal membuat sri menuruti kemauannya.
bagaimana sri menuruti kemauanya? dia sekarang saja tak kuat menahan sakit akibat ulah sri, wanita yang dia ingin miliki jauh sebelum menjadi iparnya dulu.
kedua anak buah nasuki segera bergegas menuju gudang tempat kedua orangtua sri di sekap. mereka membebaskan keduanya dan mengantarka pulang kerumahnya dan berniat menemui sri.