Pagi menuju siang, Esa sudah sampai dikediaman Bagaskara, dengan stelannya yang sangat santai. Sebuah jeans berwarna hitam, kaus hitam yang di lapisi kemeja coklat dan juga sebuah topi hitam yang menutupi kepalanya. Ia bahkan sempat melihat mata Mini yang sedikit membesar saat melihat penampilannya. Mungkin terkejut? Karena selama ini Esa cenderung terlihat rapih dan tidak pernah memakai aksesoris seperti topi yang sekarang ia kenakan. “Udah siap?” tanya Esa begitu melihat Mini turun dari kamarnya lagi setelah sebelumnya gadis itu berpamitan untuk membawa beberapa barang yang tertinggal. “Udah. Ayo.” “Yakin udah gak ada yang ketinggalan?” tanya Esa lagi. “Udah, semuanya udah masuk. Termasuk charger dan powerbank.” Jawab Mini. “Yaudah ayo.” Keduanya berjalan beriring

