7. Sebuah Perkenalan Tidak Diduga (2)

783 Words

Keesokan harinya Mini telah bersiap dengan pakaian yang sangat santai. Rencananya hari ini ia akan menonton pertandingan Taekwondo lagi, hari ini ada sebuah pertandingan amal yang memang baru di umumkan jadwalnya kemarin dan tentu saja ia kesana untuk melihat sang atlet favorite.   “Ma, pagi--.”   “Pagi sayang.”   “Pagi Pa, Pagi Za.”   “Pagi Mini.”   “Tumben dih seger bener, ada apa kak?”   Mini memutar bola matanya. “Curigaan amat.”   “Tapi emang kamu ceria banget Min. ada apa? Mau kencan?”   “Enggak Ma, Mini mau nonton pertandingan Taekwondo.”   “Pantesan.” Ujar Reza.   “Oh. Gitu? Yaudah, hati-hati ya dijalannya.” Ucap Renata.   Mini menaikan satu alisnya. “Kok tumben langsung ngijinin?”   “Maunya dilarang?” tanya Renata.   “Ya—gak gitu Ma. Aneh aja.” Jawab Mini

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD