Bab 50: Frekuensi yang Tertinggal

967 Words

Tahun 2110. Dunia telah berubah menjadi sebuah bentang alam yang efisien namun sunyi. Di bawah kubah raksasa yang melindungi kota dari polusi ekstrem, kemanusiaan telah menyusut menjadi sekadar deretan algoritma produktivitas. Tidak ada lagi ruang untuk intuisi, apalagi untuk nurani. Segalanya diukur dengan output. ​Di pinggiran sektor industri, seorang pemuda bernama Elias bekerja di kedalaman tingkat bawah tanah sebuah pabrik pemurnian oksigen. Tugasnya sederhana namun melelahkan: memastikan filter-filter raksasa tetap bersih agar napas orang-orang di sektor elit tetap lancar. Hidup Elias adalah siklus tanpa akhir antara besi, uap, dan kesunyian. ​Suatu sore, saat sedang membersihkan tumpukan limbah teknologi dari era abad ke-21, tangan Elias menyentuh sesuatu yang keras dan dingin. It

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD