Bab 9: Lembur Perdana Berdua

1253 Words

Sabtu pagi, kantor sepi sekali. Hanya security di lobby dan beberapa karyawan IT yang sedang maintenance server. Aira sampai pukul 06.45, naik lift sendirian ke lantai 22. Ia sudah bawa tumbler kopi besar dan roti tawar isi selai untuk sarapan—takut kelaparan kalau lembur panjang. Reyhan sudah ada di ruangannya, pintu terbuka sedikit. Ia pakai kemeja hitam lengan digulung, rambut masih agak basah dari mandi gym. Meja kerjanya sudah penuh print-out moodboard revisi, sticky notes warna-warni, dan dua monitor menyala. "Pagi, Pak," sapa Aira pelan sambil letakkan tas di mejanya. Reyhan melirik sekilas. "Pagi. Kita mulai jam 07.30. Siapkan proyektor di ruang meeting kecil sebelah." "Siap." Pukul 07.30 tepat, mereka pindah ke ruang meeting kecil di ujung koridor—ruangan yang biasanya dipaka

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD