Bab 48: Perjamuan di Gerbang Cahaya

598 Words

Di sebuah dimensi yang melampaui segala definisi waktu, di mana langit tidak memiliki batas dan cahaya tidak memiliki bayangan, Aira dan Reyhan berdiri di sebuah jembatan kristal yang panjang. Jembatan itu adalah akumulasi dari setiap langkah jujur yang pernah mereka ambil di bumi. ​Selama puluhan tahun (atau mungkin ribuan tahun dalam ukuran waktu keabadian), mereka telah berdiri sebagai penjaga—mengamati anak, cucu, hingga generasi-generasi asing yang menggunakan nama mereka sebagai kompas moral. Namun hari ini, lonceng kosmik telah berbunyi. Tugas mereka sebagai "Lumière" telah selesai. ​"Apakah kamu siap, Rey?" tanya Aira. Ia tidak lagi mengenakan blus kerja atau pakaian tua; ia mengenakan cahaya yang menyerupai sutra paling murni. Wajahnya kembali muda, secerah saat ia pertama kali

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD