59

1461 Words

LIMA PULUH SEMBILAN MAAF BANYAK TYPO Sebisa mungkin, Ayu tidak menatap kearah Alex. Tidak menatap kearah Izar dan tidak menatap kearah Papa Alex yang duduk dengan wajah pucat di atas kursi rodanya. Entah lah, Ayu merasa sedikit bersalah. Ayu mengira Alex dengan sengaja ingin menyakiti hati anaknya. Ternyata laki-laki itu tidak datang dua hari yang membuat Jim anaknya menunggu dalam ketidakpastian. Alex dan Izar sama-sama sibuk dan khawatir akan keadaan Papa mereka yang memang kritis dua hari yang lalu. Dan tatapan Ayu saat ini? Menatap lantai. Ya, wanita itu hanya menatap lantai dan menunduk saat ini. Entah lah, hatinya terasa sesak di dalam sana tanpa Ayu tahu apa alasnnya. Terus Izar, pemuda itu menatapnya dengan tatapan marah dan penuh musuh. Tatapan penuh cinta dan kasih sayang

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD