54

1705 Words

LIMA PULUH EMPAT Izar belum benar-benar pergi sedari tadi. Izar meminta tolong pada dokter Azis untuk membawa dan mengantar Sila ke rumah sakit. Izar... masih ingin melihat kakaknya dan Ayu. Tapi, keputusannya yang masih tinggal di toko bunga ini, berdiri di samping kanan pintu di luar, Izar menyesalinya. Karena ia bertahan di sini, sumpah... dadanya sesak sekali, dan jantungnya seakan di remas-remas di dalam sana. Di saat Ayu berjalan melewatinya dengan laki-laki bernama Xander dan keponakannya Jim yang menenggelamkan wajahnya di ceruk leher Xander.... Kak Ayu... Kak Ayu pergi begitu saja, tidak menoleh sedikitpun kearah Izar yang sedang melempar senyum hangat dan manis untuknya. Nggak usah balas senyumannya, cukup menoleh kearahnya. Dan kedua-duanya tidak Izar dapatkan dari

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD