Di kamarnya, Pauline sedang berpikir dengan penuh rasa marah. Keinginannya untuk menghubungi Leonel semakin kuat, tetapi dia masih belum memiliki keberanian yang cukup. Pauline takut bahwa jika Leonel mengetahui keterlibatannya dalam penculikan Violetta, dia akan marah padanya. Pauline mondar-mandir di kamarnya, sambil memegang ponselnya. Meskipun dia tidak menyimpan nomor Leonel, dia masih ingat dengan jelas nomor ponselnya. Pikiran-pikiran licik terus berputar di kepalanya, mempertimbangkan apakah dia harus menghubungi Leonel atau tidak. "Jika aku memberitahu Leonel, apa yang akan terjadi? Apakah dia akan marah padaku? Karena tau aku terlibat dalam penculikan Violetta," pikir Pauline dengan ragu. Dia merasa terjebak dalam dilema antara keinginan untuk mengungkapkan kebenaran dan rasa

