Danu menatap bingkai foto, memperlihatkan seorang gadis berusia enam belas tahun yang mengenakan pakaian sepakbola dengan piala dipegangannya. Danu kembali teringat dengan ucapan dari gadis yang berstatus sebagai calon menantunya. "Anda nggak mau kan dibenci sama anak Anda sendiri? Kalau Anda gak mau kejadian itu terulang untuk kedua kalinya, berhenti nuntut Ardaffin untuk jadi apa yang Anda inginkan." Dayuna membencinya. Danu terkekeh miris, Dayuna membencinya karena semua perbuatannya sendiri. Penyebab putrinya meninggalkannya secara tidak langsung adalah dirinya. Danu mengelus wajah Dayuna yang ada di dalam foto. Dadanya terasa sesak kala mengamati senyuman yang terpasang di wajah cantik putrinya. Di balik senyum itu ada sebuah rasa sakit yang terpendam. Perlahan cairan bening menga

