Pandji memandangi Dhemayra yang sibuk memakan makanannya. Pandji mengulas senyum tipis, dia benar-benar bahagia karena putrinya mau makan bersamanya hanya berdua saja, tanpa kehadiran orang lain. "Makanannya enak?" tanya Pandji. Dhemayra mengangkat pandangan, menatap wajah Pandji yang duduk di hadapannya. Dhemayra menganggukkan kepala, "enak." Pandji menghembuskan napas perlahan, raut lega terpasang di wajahnya yang sedikit keriput itu. "Syukur deh kalau begitu." "Katanya makanan di warteg ini terkenal enak, makanya ayah milih tempat ini buat makan siang." Dhemayra manggut-manggut, pandangannya mengedar ke arah meja-meja yang terisi para pelanggan. Hal itu bisa dilihat dari banyaknya pelanggan yang makan di sini ini alih-alih di tempat lain. "Maaf ya, ayah cuma bisa ngajak kamu mak

