Bab 23. Positif Hamil

1143 Words

Pagi hari, Vielga bangun lebih awal dari biasanya. Sebelum memulai aktivitas, Vielga mandi dahulu dan bersiap. Namun, kala Vielga sedang bercermin, ia merasa kepalanya pening dan pandangannya berkunang-kunang. Vielga meringis sambil memegangi kepala, menahan ke pinggiran wastafel agar tak limbung karena rasa pening itu semakin menjalar diiringi rasa mual. Perutnya terasa diaduk-aduk, Vielga memuntahkan isi perutnya yang hanya cairan saja. “Huek! Huek!” “Ya Tuhan, apa yang terjadi? Kenapa tiba-tiba mual dan pusing begini?” Ia mengusap bibir, membersihkan bekas muntahnya. Meskipun kondisinya sedang lemas dan tidak baik, Vielga ada kewajiban lain yang harus dia urus. Vielga berjalan pelan menaiki tangga, ia hampir terpeleset saking tak fokus. “Vielga, kenapa kamu?” tanya Emma ketika ber

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD