Malam harinya. Vielga masih di kamar dua majikan kecilnya, jaga-jaga saja kalau Gistara membutuhkan bantuan karena wanita itu masih ada di sini. Meskipun Gistara bersikap sinis, tetapi Vielga tidak mempedulikannya. “Kamu gak boleh duduk sampai jam kerjamu selesai, berdiri saja di situ!” Vielga sudah lama berdiri, kakinya terasa pegal karena Gistara tak mengizinkannya duduk. Sementara ia dan dua anaknya sedang rebahan di atas ranjang. Ia ingin bilang kalau Mattheo dan Zanetta tidak diperbolehkan bermain ponsel, terlebih lagi sudah lewat dari jam sembilan, yang artinya sudah waktu jam tidur mereka. “Mama, Tata mau cari kartun lain. Boleh, ya?” tanya Zanetta pada ibunya, dari tadi mereka fokus menatap layar ponsel sampai melupakan makan malam. “Boleh dong, Sayang, kamu bisa main HP sepua

